TAM Pertanian Didampingi BRMP Sulawesi Tengah Monev Cetak Sawah Rakyat di Lindu
Sigi, 22 Oktober 2026 . Tenaga Ahli Menteri (TAM) Pertanian Bidang Peningkatan Produksi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc., didampingi Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan percepatan pembangunan areal persawahan berjalan optimal, sekaligus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produksi padi dan pencapaian swasembada pangan di Sulawesi Tengah.
Monitoring dan evaluasi tersebut bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pekerjaan cetak sawah rakyat, mengidentifikasi kondisi di lapangan, serta memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan. Peninjauan ini menegaskan bahwa keberhasilan program CSR tidak hanya diukur dari penyelesaian fisik lahan, tetapi juga dari kesiapan lahan untuk segera dimanfaatkan sebagai areal budidaya padi yang produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri Penanggungjawab (Pj) Swasembada Pangan Kabupaten Sigi, Ketua Tim Kerja Pendampingan Wilayah I, Ketua Tim Kerja Penerapan dan Diseminasi, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Penyuluhan Kabupaten Sigi, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lindu beserta para penyuluh, pelaksana pekerjaan, pengawas, serta Kepala Desa Olu. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya koordinasi dan sinergi lintas pihak dalam mengawal pelaksanaan program strategis pertanian agar memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pekerjaan cetak sawah rakyat di Desa Olu berjalan cukup baik. TAM Pertanian, Prof. Hasil Sembiring, menegaskan pentingnya menjaga konsistensi pelaksanaan pekerjaan agar dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target. Ia menekankan bahwa percepatan penyelesaian lahan harus diikuti dengan kesiapan pemanfaatannya, sehingga tidak terjadi jeda yang berlarut antara penyelesaian pekerjaan fisik dan dimulainya kegiatan penanaman. Dengan demikian, setiap lahan yang telah dicetak diharapkan segera memberikan kontribusi terhadap penambahan luas areal tanam dan peningkatan produksi pangan.
Selain memastikan progres pekerjaan, Prof. Hasil Sembiring juga mengarahkan para penyuluh untuk mempersiapkan kebutuhan petani sejak dini, termasuk memfasilitasi dan mengawal pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sesuai prosedur yang berlaku. Kesiapan petani, kejelasan lokasi, serta dukungan pendampingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pemanfaatan lahan baru. Penyelesaian cetak sawah harus berjalan seiring dengan kesiapan petani untuk menanam, sehingga program ini tidak berhenti pada pembukaan lahan, melainkan berlanjut hingga menghasilkan produksi pertanian yang optimal.
Sementara itu, Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, mengingatkan para penyuluh agar terus menjaga semangat, profesionalisme, dan komitmen dalam mendampingi petani pada setiap tahapan kegiatan pertanian. Menurutnya, peran penyuluh sangat strategis dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan. Pendampingan yang intensif dan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan lahan yang telah dicetak dapat dikelola secara tepat, kegiatan budidaya berjalan baik, serta manfaat program benar-benar dirasakan oleh petani. Keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi yang kuat, kerja nyata, dan pengawalan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
TAM Pertanian bersama BRMP Sulawesi Tengah dan seluruh pihak terkait berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, pengawasan, dan pendampingan dalam pelaksanaan Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Sigi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan, memastikan kesiapan lahan dan petani, serta mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas padi. Dengan pengawalan yang terarah dan berkesinambungan, program CSR diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas basis produksi pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkokoh kontribusi Sulawesi Tengah terhadap percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.
Penulis: Irwan S.
Editor: Risna